Rabu, 05 Oktober 2011

Barca Berubah, Messi Siap Angkat Kaki

BARCELONA – Penyerang Barcelona Lionel Messi menegaskan dia berkomitmen penuh untuk bersama Blaugrana. Bahkan, pemain Argentina ini tidak pernah berpikir untuk meniggalkan Nou Camp.

Sebelumnya, Messi sempat dikaitkan dengan beberapa klub besar Eropa seperti Inter Milan dan Manchester City. Bahkan City kabarnya bersedia memberikan cek yang nominalnya bisa diisi sendiri oleh Messi.

“Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Barcelona, saya bahagia di sini,” ucap Messi seperti dilansir Tribalfootball, Selasa (4/10/2011).

Messi menjalani hari-hari bahagia bersama Blaugrana serta di bawah asuhan Pep Guardiola. Sudah 12 gelar yang diraih oleh Messi cs saat ditangani oleh Guardiola, hal itu salah satu penyebab pemain berusia 24 tahun ini enggan pergi dari Barcelona.

Selain itu, bermain dengan rekan-rekan setim yang sudah dia kenal sejak masih berada di akademi La Masia semakin membuat Messi betah. Ia juga berharap bisa menjadi legenda di Barcelona.

"Jika segala sesuatunya berjalan seperti sekarang, saya tidak pergi dari sini," tukasnya.

Kembalinya Era Kejayaan Juventus?

TURIN - Banyak yang beranggapan, musim ini, Juventus akan bangkit setelah apa yang mereka lakukan dalam 5 pertandingan awal di Liga Italia Serie A. Tak ada yang salah dengan pendapat itu, jika melihat posisi mereka yang nangkring di puncak klasemen Serie A.

Bianconeri mengoleksi 11 poin, hasil dari 3 kemenangan dan 2 kali imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mungkin masih prematur berbicara scudetto, tapi Si Nyonya Tua patut kembali diperhitungkan dalam perebutan gelar paling bergengsi se-Italia itu.

Kedatangan Antonio Conte sebagai Allenatore anyar Juventus dan gelandang jenius Andrea Pirlo dari AC Milan, disinyalir merupakan kunci kegemilangan Bianconeri di awal musim ini. Jangan lupakan pula kebijakan transfer manajemen Juventus yang cerdas musim ini.

Perekrutan Arturo Vidal dari Bayer Leverkusen musim ini sangat tepat untuk mengisi kelemahan Juventus yang selama ini terletak di lini tengah. Sementara untuk pembelian Mirko Vucinic dari AS Roma, pemain Montenegro ini memang dianggap paling pas menempati pos sayap kiri Bianconeri yang beberapa musim ini belum menemukan sosok ideal pengganti Pavel Nedved.

Anjloknya penampilan duo Milan (Inter dan Milan) di awal musim ini, juga turut memberi peluang Juventus melejit hingga puncak klasemen. Jadi, bukan tak mungkin era kejayaan Juventus kembali dimulai dari musim ini.

Setelah promosi dari Serie B pada musim 2007-2008, Juventus praktis belum sekalipun menjuarai scudetto, prestasi terbaik mereka adalah finis di peringkat ketiga di musim pertama mereka kembali ke Serie A. Hingga saat ini, sejak mereka promosi, tak ada trofi yang berhasil mereka angkat, termasuk untuk turnamen seperti Coppa Italia.

Melihat hasil itu, Juventus mulai dianggap bukan pesaing kuat untuk merebut scudetto beberapa tahun terakhir. Bahkan Roma, Napoli dan Udinese lebih diunggulkan untuk finis di atas Juventus pada akhir musim, dan hal itu memang terbukti hingga akhir musim lalu.

Namun, Juventus musim ini dianggap berbeda dengan Juventus 4 tahun terakhir. Conte yang sebelumnya melatih beberapa klub Italia seperti Atalanta, Bari dan Siena kini membuat Bianconeri berkarakter.

Patut kita tunggu, apa yang bisa dilakukan Si Nyonya Tua sepanjang musim ini. Sebab, scudetto tak ditentukan dalam lima pertandingan di awal musim. Kompetisi Serie A masih panjang dan banyak hal tak terduga bisa terjadi.

Yang dibutuhkan setiap tim untuk tetap bertahan di papan atas klasemen adalah konsistensi. Apakah Juventus memilikinya? Jawabannya kita lihat akhir musim.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Maradona: Ferguson Jangan Komentari Tevez!

DUBAI - Legenda Argentina Diego Maradona mengkritik pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson karena ikut memberikan komentar negatif soal Carlos Tevez. Ferguson dinilai Maradona tidak pantas ikut menyerang Tevez.

Ferguson sebelumnya menilai sikap pelatih Manchester City Roberto Mancini mengancam tidak akan memainkan lagi Tevez di City adalah langkah yang tepat. Ulah Tevez menolak instruksi Mancini untuk melakukan pemanasan saat laga Liga Champions melawan Bayern Munich, memang layak berujung sanksi.

“Ferguson seharusnya tidak berbicara tentang itu karena dia menjadi pelatih besar hanya setelah memiliki pemain hebat, jadi seharusnya dia tidak berbicara soal insiden itu,” kata Maradona, seperti dikutip Goal, Sabtu (1/10/2011).

“Ferguson membela Mancini dan saya tahu baik bagaimana Mancini, dan saya tahu Carlos Tevez juga, dan jika Ferguson tidak terlalu paham masalahnya, dia tidak pantas mengomentarinya, itu sungguh sebuah lelucon,” sambung Maradona yang kini melatih Al Wasl.

Menurut Maradona, orang luar tidak akan mudah menangkap apa persoalan yang sesungguhnya terjadi di Manchester City. Yang jelas Tevez memang sudah tidak ingin lagi bermain di City, seperti yang pernah ia katakan sebelumnya.

“Kita sudah mendengar Tevez tidak ingin bertahan dan bermain bola di Manchester City, dan itu lah yang terjadi di pertandingan. Kejadiannya di luar kendali,” kata Maradona.

Tevez sendiri membantah anggapan bahwa dia menolak bermain untuk Manchester City, namun dia enggan meminta maaf kepada Mancini karena dia tidak merasa bersalah.

Wenger: Jangan Dekati RvP, City!

LONDON – Rumor seputar ketertarikan Manchester City terhadap striker Arsenal, Robin Van Persie membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger berang. Maklum, sejak diakuisisi oleh Sheikh Mansour, City memang gemar membeli pemain binaan Wenger.

Di musim ini saja, The Citizen sukses mendaratkan dua pemain Arsenal seperti Samir Nasri dan Gael Clichy. Sebelumnya, City juga sempat membajak pemain milik The Gunners seperti Emanuel Adebayor dan Kolo Toure.

Tidak ingin rumor Van Persie menjadi kenyataan seperti yang sudah-sudah, The Professor mengingatkan City bahwa Van Persie tidak dijual dan meminta mereka untuk melupakan mimpi mendapatkan pemain Internasional Belanda tersebut.

“Van Persie telah terikat kontrak hingga 2013. Ini adalah cerita yang diciptakan untuk mencipatakan sebuah cerita, tidak ada kebenaran di dalamnya,” tegas Wenger menepis spekulasi yang berkembang seputar masa depan Van Persie yang belakangan dikaitkan-kaitkan dengan City.

Wenger pun menyatakan, tidak perlu bagi timnya melepas pemain pada jendela transfer pada Januari nanti. “Untuk apa kami harus menjual pemain pada Januari nanti?,” kata Wenger.

Pelatih berkebangsaan Prancis itu mengingatkan kepada pelatih City, Roberto Mancini, timnya mengalami surplus pemain yang berimplikasi luas baik baik di dalam tim maupun Premier League secara keseluruhan.

“City memiliki masalah karena mereka memiliki terlalu banyak penyerang, mereka membayar setengah (pemain) dari liga untuk mereka bermain di suatu tempat. Mengapa mereka ingin membeli striker? Ini sangat sulit dipahami,” tuntas Wenger.

Napoli Perkasa di Meazza

MILAN – Sempat memperlihatkan performa menanjak, tanpa disangka Inter Milan dibuat tidak berdaya di hadapan Napoli. I Partenopei sukses menumbangkan Inter dengan skor 3-0 di giornata ke enam, Minggu (2/10/11) dinihari. Tiga gol Napoli dicetak oleh Hugo Campagnaro, Christian Maggio dan Marek Hamsik.

Atas kemenangan ini, Napoli untuk sementara waktu meroket ke peringkat satu klasemen dengan koleksi 10 poin. Sedangkan Inter masih tertahan di papan bawah klasemen dengan torehan 4 poin. Ini merupakan kekalahan pertama Inter di bawah kepelatihan Claudio Ranieri.

BABAK PERTAMA
Berbekal kemenangan atas CSKA Moscow di pentas Liga Champions, di bawah instruksi Claudio Ranieri, Inter Milan berinisiatif tampil terbuka. Duet bomber La Benemata Giampaolo Pazzini dan Diego Forlan menjadi andalan Ranier di lini depan.

Tidak mau kalah, Napoli juga membawa pemain terbaiknya. Bahkan, Walter Mazzarri menurunkan tiga orang penyerang sekaligus untuk mengimbangi agresivitas performa I Nerazurri. Goran Pandev, Ezequeil Lavezzi dan Marek Hamsik menjadi pilihan Mazzarri di barisan depan Il Partenopei.

Bertaburnya penyerang jempolan kedua kubu, tidak berarti membuat Inter dan Napoli bisa mencetak gol lebih dulu. Sepanjang pertandingan di awal interval pertama, jual beli serangan menjadi pemandangan tidak terelakkan.

Pazzini sempat mendapat peluang emas, tapi upayanya belum menemui hasil setelah bola sepakannya belum menemui sasaran. Napoli pun tidak mau ketinggalan, Lavezzi yang bersinergi dengan Hamsik membuat barisan pertahanan Inter harus bekerja ekstra keras di babak pertama ini.

Peluang emas didapat Hamsik saat wasit menunjuk titik putih, saat Joel Chukmuwa melanggar keras Christian Maggio di kotak terlarang yang membuahkan kartu merah untuk pemain asal Nigeria tersebut.

Sayang, Hamsik yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna, karena Julio Cesar masih bisa menyelamatkan bola. Namun Hugo Campagnaro berhasil merobek jala Cesar setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan penalti Hamsik. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

BABAK KEDUA

Di babak kedua, Napoli tampil penuh percaya diri. Sejumlah kesempatan emas kerap di dapat tim asal Naples. Napoli kembali menambah tabungan golnya di menit ke 56 melalui Christian Maggio. Memanfaatkan umpan Giuseppe Mascara, Maggio sukses menjebol gawang Inter untuk merubah kedudukan menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Inter mengambil kesempatan melalui skema serangan balik. Peluang untuk memperkecil kedudukan pun sempat didapat Inter. Tapi nampaknya, upaya pasukan Biru Hitam masih terganjal lini belakang Napoli. Bermain dengan 10 orang pemain, nampaknya memberikan implikasi negatif buat Inter.

Di pertengahan babak kedua, Inter terus melakukan determinasi. Tapi lagi-lagi tanpa hasil setelah tendangan spekulasi Pazzini masih bisa diblok kiper Napoli, Morgan de Sanctis.Inter terus memberikan perlawan sengit, Ricky Alvarez pun sempat mengancam, tapi Napoli bisa dengan tenang mengatasi tekanan tuan rumah.

Alih-alih memperkecil kedudukan, Napoli berhasil memperlebar kedudukan. Gol ketiga Napoli dilesakkan oleh Marek Hamsik di menit 75. Umpan Lavezzi di kotak penalti tidak disia-siakan Hamsik untuk mengoyak jala Cesar yang telah dua kali kebobolan.

Hingga pertandingan usai tidak ada lagi gol tercipta. Malang bagi Inter mereka gagal memetik poin di Giuseppe Meazza. Napoli pun mengangkat kepala berhasil meraih kemenangan atas Inter dengan skor absolut 3-0.

SUSUNAN PEMAIN

INTER MILAN:
Julio Cesar; Walter Samuel, Lucio, Cristian Chivu (Yuto Nagatomo 43), Maicon; Esteban Cambiasso, Ricardo Alvarez (Dejan Stankovic 61), Joel Chukwuma Obi, Javier Zanetti; Giampaolo Pazzini, Diego Forlan (Mauro Zarate 68)

NAPOLI:
Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica (Federico Fernandez 87), Hugo Campagnaro; Walter Gargano, Gokhan Inler, Juan Zuniga, Christian Maggio; Ezequiel Lavezzi (Cristian Chavez 79), Goran Pandev (Giuseppe Mascara 51), Marek Hamsik

Selasa, 27 September 2011

"Mou Rusak Citra Madrid"

MADRID – Entrenador Real Madrid yang dikenal kcontroversial, Jose Mourinho, boleh saja terus dibela sang presiden Florentino Perez. Tapi tidak untuk Majelis Umum Real Madrid.

Mou, sapaan akrab Mourinho, menjadi subyek debat, dalam pertemuan antar anggota klub ibukota Spanyol itu, semalam. Bahkan sejumlah anggota menyebut pelatih berkebangsaan Portugal itu, sudah merusak citra klub dengan kelakuan memalukannya.

Menurut dewan, Mou sudah menjadi pemicu perseteruan kembali Barcelona dan Real Madrid, yang sebelumnya cukup adem-ayem. Kini pertemuan di antara dua raksasa semenanjung Iberia itu, tak habis oleh kontroversi.

Belum lagi, soal kelakuannya yang kerap main tuduh, soal kontroversi pengaturan pertandingan, sampai sejumlah pengadil yang dituduh selalu membela kubu Katalan.
Bagi Majelis, hal itu merupakan tindakan yang mencela kehormatan Los Blancos.

“Jika anda memiliki seekor harimau sebagai maskot, anda harus terus mengikatnya untuk menghentikannya memangsa anak tetangga anda,” cetus Rafael Vareos, salah satu anggota majelis, yang mengkritik Mou dengan perumpaannya.

Banyak ulah yang diperbuatnya. Tak hanya dari pihak luar klub, tapi juga dari dalam, contohnya, perseteruannya dengan mantan direktur umum Madrid, Jorge Valdano membuat Valdano harus angkat kaki dari Bernabeu.

Belum lagi peristiwa ‘pencubitan’ kepada asisten pelatih Barca, Tito Vilanova, membuatnya menghadapi komisi disiplin federasi sepakbola Spanyol. Sikap macam itu, menurut Vareos tak mencerminkan Real Madrid, melainkan egosentrisme dirinya sendiri.

“Mourinho bukan seorang Madridista, dia hanyalah Mourinhista,” sambung Vareos, seperti dikutip Four Four Two, Senin (26/9/2011).

Juan Miguel Nogues, anggota klub lainnya menambahkan: ‘Mourinho bukan contoh dari keluarga besar Madrid. Bukan hanya satu Madrid yang harus diproyeksikan,”.

Sebelumnya, Florentino Perez masih menyatakan dukungannya kepada The Special One, terlebih saat mereka menang besar atas Rayo Vallecano, 6-2 akhir pekan lalu. Bahkan Perez masih menyebutnya pelatih terbaik untuk menukangi Los Merengues saat ini.

Tapi nampaknya, majelis umum Madrid merasa keberatan dan tak terima kelakuan Mou, yang terkesan egois, tak memikirkan kehormatan Madrid di depan publik sendiri, maupun publik lain di Spanyol dan Eropa.

Seharusnya Mou tak mendengar hal ini sekelebat saja, karena majelis umum juga punya hak, bagaimana menentukan arah Madrid kedepannya.

Real juga merupakan salah satu dari empat klub yang dikendalikan majelis umum di Spanyol. Barcelona, Athletic Bilbao dan Pamplona, asal klub Osasuna juga memiliki dewan sejenis.

Pepe: Messi Hebat karena Kolektifitas Barca

MADRID - Bek Real Madrid Pepe yakin timnya telah lengkap untuk mengalahkan Barcelona musim ini. Los Merengues bertekad untuk membawa pulang mahkota La Liga setelah Blaugrana memenangkannya tiga tahun terakhir.

Kedua klub saling berhadapan di Supercopa pada bulan Agustus, dengan Barcelona keluar sebagai pemenang dengan agregat 5-4 setelah dua pertandingan digelar di Santiago Bernabeu dan di Nou Camp.

Pepe merasa Madrid tim yang lebih baik dalam pertandingan kandang tandang itu dan ia menekankan bahwa timnya bisa menantang Barca di semua lini.

"Kami telah menunjukkan di dua laga Supercopa bahwa tidak mungkin untuk tidak bisa mengalahkan Barcelona," kata Pepe seperti dilansir berita harian Publico, Selasa (27/9/2011).

"Dalam Supercopa, kami jelas lebih baik dari mereka. Sayangnya, mereka beruntung dan kami tidak menang, tapi itulah yang terjadi di sepak bola. Kami layak memenangkan kedua pertandingan,” ujar pemain berkebangsaan Portugal namun kelahiran Brasil ini.

"Saat ini, kami adalah tim dengan kesempatan terbaik untuk menyiapkan pertarungan yang baik melawan Barcelona. Kami akan melalui saat yang baik dan skuad kami memiliki kualitas untuk mengalahkan Barca atau tim lain," tukasnya.

Pepe memilih Lionel Messi sebagai ancaman utama dari Barcelona, namun mencatat bahwa aset utama klub Catalan itu adalah cara bermain mereka.

"Messi adalah pemain dengan memiliki kualitas luar biasa, tapi saya percaya apa yang lebih berat dari mereka adalah permainan kolektif Barca, yang sangat baik," tambah Pepe.

"Itulah sebabnya Messi tidak bisa membuktikan kemampuannya saat dia bermain untuk Argentina. Itu berlaku untuk menunjukkan bahwa permainan kolektif Barca adalah yang membuat perbedaan," terangnya.

Mantan pemain FC Porto ini melanjutkan, untuk dicatat bahwa semua kritik yang selama ini menerpa Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho adalah tidak berdasar dan didorong oleh rasa iri hati.

"Saya pikir itu karena kita berada di klub terbaik di dunia," ucap Pepe. "Cristiano, sebagai pemain, dan Mourinho, sebagai pelatih, adalah yang terbaik. Semua itu menyebabkan rasa iri dan frustrasi di banyak tempat," tandasnya.