PALERMO – Mantan pelatih Palermo Delio Rossi masih kecewa dengan keputusan Presiden Maurizio Zamparini yang memecatnya akhir musim lalu.
Prestasi Rossi bersama Palermo sebenarnya tak terlalu buruk. Musim ini Palermo melenggang ke final Coppa Italia meski akhirnya kalah dari Inter Milan. Tapi, Zamparini tetap mendepak Rossi untuk kedua kalinya musim ini.
“Saya membawa tim ke Eropa dan memenangi Coppa Italia, kemudian kembali ke final tahun ini,” cetus Rossi, merujuk pencapaiannya bersama Lazio dan Palermo.
“Prestasi saya bicara itu semua, tapi ternyata itu tak cukup. Namun, saya memiliki pilihan dan tak tertarik dengan proposal tersebut,” lanjutnya.
Rosso kemudian membandingkan tim Italia dengan Manchester United, yang terus mempertahankan Sir Alex Ferguson meski beberapa kali membawa gelar juara.
“Sir Alex bisa saja tak pernah sukses di Serie A,” selorohnya, sebagaimana diwartakan Football-Italia, Rabu (29/6/2011).
“Kami membuat keputusan berdasarkan hasil mingguan. Ini adalah proyek jangka panjang, tapi tiga pekan kemudian semuanya hilang. Saya ingin tahu bagaimana Inter bisa beralih dari Jose Mourinho ke Leonardo dan kemudian Gian Piero Gasperini. Mereka sangat berbeda,” bebernya.
“Kenyataannya pelatih di Italia memiliki fungsi berbeda dibandingkan liga lain. Di sini kami mengenal presiden karena mereka selalu dimuat dalam headlines, di mana banyak dari kami tak ingat siapa presiden Arsenal atau Manchester United,” keluh Rossi.
“Saya setuju dengan Pep Guardiola, yang mengatakan tim hebat membuat pelatih hebat. Jika di setiap awal musim 10 atau 11 klub mengganti manajemen, itu artinya keputusan tak dipikirkan baik-baik,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar